Malam itu terjadi perbincangan antara aku dua orang temanku dan anak jalanan ...
bermula dari dia mendekati kami untuk melakukan hal yang sama seperti yang lain, meminta rupiah demi rupiah.
tunggu
dulu, aku dan 2 temanku termasuk orang yag paling tidak suka dengan
tradisi itu, namun apalah wajah melas itu berhasil menghipnotis fikiran
kami.
kami teringat sosok luar biasa di beberapa abad silam
Rasulullah, beliau memberi apa yang diminta oleh si peminta dengan
sesuatu untuk merangsang spiritualnya ...
gadis kecil itu berusianya berkisar 6-7 tahun...
2 menit berbicara dengannya kami belum menemukan wajah tulus terpancar dari wajah kecil itu ...
tanya
demi tanya kami lontarkan, tidak menunggu lama wajah itu tertunduk kami
menemukan ketulusan jujur wajah yang seharusnya dimiliki oleh anak
seusianya, wajah yang merindukan perhatian dan pengertian, kami semakin
mendekatinya.
tanya demi tanya terlontar
dia sampaikan bahwa
dia siswi kelas 1 SD anak yang dipaksa untuk meminta-minta disepanjang
jalan Ampel, Ibunya akan marah dan tidak memberinya uang saku untuk
nabung di sekolah jika dia menolak, hal itu terus berputar sejak ia
pulang sekolah hingga jam 10 malam, tanya yang lain beriringan ..
Ibunya pun bekerja dengan pekerjaan yang sama, rumahnya didaerah JMP Surabaya ...
Sungguh kejadian itu menjadikan malam itu lebih panjang dari malam-malam sebelumnya...
Ya Allah, betapa dholimnya jika kami tidak termasuk hambaMu yang pandai dalam bersyukur ...
Wahai Tanah Syurga, kau kemanakan jutaan kekayaan alam yang katanya melimpah itu ...
Wahai
Negeri penyandang mayoritas muslim, sampaik kapan kita biarkan, saudara
kita terus menengadahkan tangannya, bukankah kita sama2 tau, tangan
diatas lebih baik dari tangan yang dibawah?
Sampai kapan?
Jutaan rakyatmu menengadahkan tangannya mengharap rupiah demi rupiah berharap belas ...
Tanah Syurga benarkah???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar